Mau Cari Aqiqah Untuk Anak ? Jangan Terkecoh dengan harga Murah !!!

Kamilah yang Berpengalaman yang mengedepankan Ke Syar'i an , Amanah dan Pasti Sedap...

AQIQAH ANAK adalah program layanan penyedia kambing/Domba aqiqah, baik mentah atau masak.

Program ini diperuntukan bagi yang ingin ber aqiqah di lingkungannya seperti Kota Jepara, Kudus , Demak, Pati dan sekitarnya

Pilih Aqiqah untuk Anak yang hanya seumur hidup sekali...

Jangan Asal !!! Kamilah yang telah bersertifikat MUI ....

AQIQAH SESAMA merupakan program layanan penyedia Kambing/Domba Aqiqah mentah atau masak.

Program ini diperuntukan bagi yang ingin ber aqiqah di daerah terpencil, rawan gizi, panti asuhan, bencana serta tempat lainnya.

AQIQAH PEDULI yaitu program mengaqiqahkan anak dari orangtua kurang mampu.

Program ini untuk perusahaan atau perorangan yang ingin berinfak mengaqiqahkan anak dari orangtua kurang mampu.

Tampilkan postingan dengan label aqiqah kudus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aqiqah kudus. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Oktober 2016

TIPS AGAR ANAK TIDAK SUKA JAJAN SEMBARANGAN

TIPS AGAR ANAK TIDAK SUKA JAJAN SEMBARANGAN

TIPS AGAR ANAK TIDAK SUKA JAJAN SEMBARANGAN



Jika Anda memiliki anak yang sedang duduk di Sekolah Dasar, pasti mereka sering sekali pergi membeli jajanan di sekolahnya. Entah itu, minuman dingin, goreng-gorengan, ataupun panganan lain yang sifatnya tidak baik untuk kesehatan. Namun, anak-anak di usia tersebut tidak akan peduli tentang kandungan gizi dan vitamin yang mereka butuhkan. Satu-satunya yang mereka tahu hanya rasa yang lezat dan menyegarkan. Oleh sebab itu, sebagai orangtua, disinilah Anda ditantang untuk berkreasi. Sudah siap? Pakai tips ini!

Cukupi asupan gizi dalam makanannya
Bukan hanya memberikan makanan dalam porsi yang banyak, namun juga harus mencukupi gizinya agar membuat perut si kecil tidak cepat lapar. Misalnya, jika Anda membuatkan makanan dengan bahan roti atau mie, makanan-makanan seperti itu hanya akan membuatnya kenyang sebentar. Tetapi, jika Anda memberikan makanan yang tepat seperti nasi, daging, dan sayuran, asupan ini akan bertahan lebih lama dan tidak membuat si kecil cepat lapar. Akan lebih baik bila Anda menambahkan jus buah dalam sarapannya.

Membawakannya bekal makan siang
Agar anak Anda tidak membeli makanan sembarangan, Anda harus rajin membuatkannya bekal untuk dibawanya ke sekolah. Dengan begitu anak Anda akan membatasi diri untuk tidak jajan sembarangan. Namun begitu, Anda tetap harus menjaga kandungan gizi dalam bekal untuknya, ya! Anda juga dapat berkreasi dengan membentuk makanannya menjadi karakter-karakter lucu.

Sesuaikan dengan cita-citanya
Jika anak Anda menyukai olahraga dan ingin menjadi atlet, berikanlah penjelasan bahwa menjaga pola makan dan asupan gizi yang tepat dapat membantu mengoptimalkan perkemabanganannya atau misalnya, jika anak ingin menjadi seorang pilot, dia harus menjaga matanya agar tetap sehat. Dengan begitu, dia harus banyak mengonsumsi wortel dan vitamin A serta menjaga tubuhnya agar tetap bugar.

Berikan pendapat
Melarang anak-anak untuk tidak jajan sembarangan sama sekali memang tidak mungkin. Namun, Anda dapat memberikan pendapat setiap kali dia ingin membeli kudapan dengan menasihatinya terlebih dulu. Misalnya, “Nak, apa kamu yakin ingin makanan itu? Apakah kamu tahu makanan itu tidak akan membuatmu kenyang, melainkan akan memasukan kuman-kuman di tubuhmu secara terus-menerus hingga membuat tubuhmu menjadi gemuk dan menimbun penyakit,” meskipun anak masih sulit menerima, tapi dia akan berpikir dulu untuk mengonsumsinya.

Memang sulit menghadapi anak-anak ketika keinginannya tidak dapat kita ikuti, seperti membiarkannya membeli kudapan yang tidak sehat. Mereka pasti akan merengek dan menangis sampai keinginannya terpenuhi. Namun, bagi orangtua disinilah tantangannya dalam merawat buah hati. Tidak semua keinginannya harus Anda penuhi asal Anda tetap menyediakan alternatif lain untuk membuat si kecil tersenyum.

Sabtu, 17 September 2016

MENGENALKAN ARTI PERSAHABATAN PADA ANAK

MENGENALKAN ARTI PERSAHABATAN PADA ANAK


MENGENALKAN ARTI PERSAHABATAN PADA ANAK



Apakah anak Anda sudah siap untuk menjalin sebuah persahabatan? Saat si kecil pulang dari sekolah, dia datang bersama seorang temannya. Mereka banyak melakukan aktivitas, bermain, belajar, berdiskusi, dan makan bersama. Ketika temannya pulang, anak Anda akan bercerita banyak tentang temannya yang diakuinya sebagai seorang sahabat. Namun, apakah dia sudah mengerti arti persahabatan? Berikut adalah cara memperkenalkan arti persahabatan kepada si kecil.

Bukan Sekedar Lebel, Sahabat Membentuk sebuah Kebiasaan
Mungkin Anda juga pernah mengalaminya ketika masih masa anak-anak. Memiliki seorang teman dekat atau sahabat bukan berarti harus selalu bersama-sama bermain dengannya dan menutup diri untuk berteman dengan orang lain. sebaiknya, ajarkan itu pada anak Anda. Dan, memiliki sahabat bukan berarti kita tidak pernah bertengkar satu sama lain. namun, harus saling mengalah dan memafaakan apabila terjadi pertengkaran dengannya.

Berikan Kesempatan untuk Bereksperimen
Kemampuan anak Anda yang terbangun sekarang akan membantunya mengarah pada sebuah hubungan dalam kehidupan kedepannya. Persahabatan yang erat adalah emosi yang menakjubkan untuk anak-anak karena merena mempersiapkan rasa keamanan, belajar empati, dan menawarkan kesempatan untuk belajar penyelesaian masalah. Untuk mendukung kehidupan sosial anak Anda, berikan dia kebebasan untuk mengendalikan bagaimana mengatasi suka dan duka dalam persahabatannya sendiri. Ingat, persahabatan yang saat ini dimiliki anak Anda akan berubah. Entah karena perpindahan kelas atau pindah ke lain kota.

Bersiap untuk Menghadapi Perpisahan
Jika anak-anak merasa ‘dibuang’ oleh temannya, ijinkan dia untuk bersedih. Jika dia ingin dibimbing, bantu dia dengan memberikan pendapat atau gagasan yang menunjukkan jalan yang harus diambilnya dalam situasi yang demikian. Buang jauh kemarahannya, anak Anda mungkin akan mengatakan, “Aku ingin mengatakan kepadanya bahwa aku membencinya!”. Jangan terburu-buru memutuskan persahabatan dengan ide yang buruk seperti itu. Sebaiknya ajarkan anak untuk mengetahui apa yang ingin dia lakukan dan bagaimana hasil yang dia mau. Selain itu, tawarkan dia hal yang dapat memberikannya kebahagiaan, seperti mengundang teman-teman lain untuk bermain bersama. Dia akan belajar bagaimana untuk membuat persahabatan yang baru.

Arti sebuah persahabatan lebih dari sekedar urutan dan prioritas kita dalan menempatkan orang lain di dalam kehidupan. Lebih dari itu, sahabat yang baik akan mengajarkan kita banyak hal dalm kehidupan, melewati suka dan duka bersama, dan saling menerima satu sama lain. Lantas, sudah siapkah anak Anda memiliki seorang sahabat?

Minggu, 28 Agustus 2016

BEKERJA SAAT MASA HAMIL. BAGAIMANA AGAR TETAP SEHAT?

BEKERJA SAAT MASA HAMIL. 

BAGAIMANA AGAR TETAP SEHAT?


BEKERJA SAAT MASA HAMIL



Masa-masa kehamilan adalah waktu yang membahagiakan bagi seorang ibu. Tapi juga menjadi beban bagi para pekerja yang sehari-hari harus datang tepat waktu ke kantor, dan berbagai kesibukan yang menguras banyak tenaga dan emosi. Jika kondisi Anda cukup baik, jangan jadikan kehamilan menjadi penghalang Anda dalam bekerja. Moms, berikut tips untuk Anda tetap sehat dan produktif di masa kehamilan.

        1. Gunakan Outfit yang Nyaman
Untuk Anda yang bekerja dengan mobilitas yang tinggi. Saat kehamilan, pakaian yang nyaman sangat berpengaruh pada kesehatan Anda. Maka dari itu, pilihlah pakaian senyaman mungkin. Hindari outfit yang terlalu ketat dandesign model yang membatasi ruang gerak Anda. Hindari sepatu berhak sependek apapun hak nya, tetap tidak disarankan. Gunakan flat shoes dengan permukaan anti licin dan pijakan yang membuat Anda nyaman dalam melangkah.

        2. Makan Tepat Waktu
Target pekerjaan memang perlu Anda selesaikan, tapi perlu Anda ketahui, kebutuhan nutrisi pada tubuh Anda bukan hanya sekedar untuk diri Anda sendiri, tapi juga untuk si Kecil. Untuk itu, biasakan makan siang tepat pada waktunya. Sediakan camilan sehat seperti biskuit gandum, salad buah, atau kue kering baik dikonsumsi pada saat jam-jam kritis seperti diantara waktu makan siang, atau saat sore hari.

        3. Jaga Emosi
Pada saat hamil, wanita cenderung memiliki emosi yang tidak stabil. Untuk itu, jaga emosi Anda agar selalu berpikiran positif. Jika emosi sedang meledak-ledak, coba sempatkan untuk menghentikan sejenak pekerjaan Anda. Keluarlah untuk menghirup udara segar, tarik napas dalam-dalam dan tersenyumlah. Cara sederhana ini cukup ampuh untuk menekan rasa stres Anda.

        4. Hindari Lembur
Beritahu atasan Anda bahwa Anda sedang hamil. Dengan keadaan Anda, mungkin akan menjadi “notice” untuk atasan Anda agar tidak memberikan Anda pekerjaan yang begitu berat yang mengakibatkan Anda lembur dan pulang terlalu malam. Selain tidak baik untuk kesehatan, faktor keamanan juga menjadi salah satu alasannya.

        5. Cek Kehamilan Secara Berkala
Jangan lupa untuk memeriksakan kondisi kehamilan Anda secara rutin. Konsultasikan hal-hal apa saja yang perlu Anda lakukan agar perkembangan janin dapat tumbuh sempurna walau aktivitas Anda sangat padat. Jangan sungkan untuk memberitahukan keluhan apa saja yang Anda rasakan selama kehamilan, dokter akan memberikan solusi untuk menjamin Anda tetap sehat dan produktif.

        6. Ketahui Batas Kemampuan Anda

Bagaimanapun, kondisi hamil memang perlu pengawasan dan kehati-hatian dalam menghadapinya. Jangan memaksakan kondisi tubuh Anda, jika mual dan pusing menyerang tiba-tiba. Tinggalkan pekerjaan Anda. Istirahatlah dirumah dengan rileks. Anda harus lebih peka untuk “mendengarkan” sinyal dari tubuh Anda sendiri.

Senin, 15 Agustus 2016

Bolehkah Aqiqah di Usia Dewasa ?

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ  

Pak Ustadz, ada dua hal yang ingin saya tanyakan berkaitan tentang masalah aqiqah. 1. Ketika orang tua melahirkan anaknya, pada saat itu mereka masih dalam kondisi yang kurang mampu, jadi untuk biaya aqiqah tidak ada. Namun ketika anaknya sudah dewasa dan sudah berkeluarga, orang tuanya sudah dalam keadaan berkecukupan, kemudian mereka ingin mengaqiqahi anaknya yang sudah berkeluarga tadi, apakah boleh dan bagaimana caranya?<>


2. Jika orang tua tadi masih dalam kondisi tidak mampu, namun anak-anaknya yang sudah dewasa tadi hidup berkecukupan dan ingin membeli kambing diatasnamakan orang tuanya untuk aqiqah, apakah itu diperbolehkan? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih. وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. (Kholilil Rohman)

Wa’alaikumsalam wa rahamatullah wa barakatuh. Saudara penanya yang gemar dalam menambah wawasan keagamaan, yarhamukumullah.

Pertanyaan saudara menarik untuk dibahas sebab kasus ini sering terjadi di tengah masyarakat. Kondisi ekonomi seseorang yang kadang kurang menentu turut mempengaruhi pelaksanaan anjuran aqiqah. Mereka yang berkecukupan dan diberi kelapangan rizki tentunya ingin segera melaksanakan anjuran ini demi rasa bersyukur mereka atas lahirnya sang buah hati yang di dambakan dan dinantikan. Sebaliknya bagi orang tua yang perekonomiaannya sedang dalam masa sulit saat kelahiran putra atau putrinya, mereka akan terasa berat melakukan ibadah ini.

Saudara Kholilil Rohman yang kami hormati.Sebagaimana telah kita bahas pada edisi sebelumnya, bahwa anjuran untuk melaksanakan aqiqah oleh orang tua kepada anaknya berakhir ketika si anak telah baligh. Setelah itu si anak diperbolehkan memilih untuk melaksanakan sendiri aqiqahnya atau meninggalkannya. Dalam hal ini tentunya melaksanakan aqiqah lebih utama karena akan terhindar dari pendapat ulama yang menganggap bahwa aqiqah hukumnya wajib.

Uraian di atas juga sekaligus menanggapi pertanyaan pertama saudara. Artinya anjuran aqiqah yang dibebankan kepada orang tua masa aktifnya berakhir ketika sang anak baligh. Kalaupun orang tua masih tetap ingin melaksanakan aqiqah untuk anaknya, maka caranya adalah dengan memberikan uang kepada anaknya agar digunakan untuk membeli hewan yang akan disembelih sebagai aqiqahnya. Dengan demikian niatan mulia orang tua tetap terakomodir, disamping pula anjuran aqiqah juga terlaksana.

Selanjutnya menanggapi pertanyaan kedua, kami merujuk pada kitab al-Majmu’ karya imam Nawawi yang menyebutkan bahwa hukum aqiqah untuk orang lain (bukan dirinya sendiri) adalah boleh selama orang yang diaqiqahi mengijinkan. Penulis kitab menjelaskan:

فَرْعٌ-لَوْ ضَحَّى عَنْ غَيْرِهِ بِغَيْرِ إذْنِهِ لَمْ يَقَعْ عَنْهُ

Artinya; (cabang pembahasan), seandainya ada seseorang menyembelih hewan (aqiqah) untuk orang lain tanpa seizinnya, status hewan tersebut bukan hewan aqiqah.

Referensi diatas juga mengandung arti bahwa aqiqah yang dilakukan oleh seseorang untuk orang lain dapat dinyatakan sah apabila mendapat persetujuan (izin) dari orang yang diaqiqahi.

Demikian jawaban kami, mudah-mudahan bermanfaat. Wallahu a’lam. (Maftukhan)

Senin, 18 Juli 2016

Aqiqah Hari Ke Berapa ?

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Segala puji bagi Allah, Rabb pemberi segala nikmat. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Pembahasan kali ini adalah pembahasan terakhir dari kami mengenai aqiqah. Kita masuk pada pembahasan waktu pelaksanaan aqiqah dan beberapa hal lainnya. Semoga bermanfaat.
Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Aqiqah disunnahkan dilaksanakan pada hari ketujuh. Hal ini berdasarkan hadits,

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى »

Dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.
” (HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Apa hikmah aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh?

Murid Asy Syaukani, Shidiq Hasan Khon rahimahullah menerangkan, “Sudah semestinya ada selang waktu antara kelahiran dan waktu aqiqah.
Pada awal kelahiran tentu saja keluarga disibukkan untuk merawat si ibu dan bayi. Sehingga ketika itu, janganlah mereka dibebani lagi dengan kesibukan yang lain.
 Dan tentu ketika itu mencari kambing juga butuh usaha. Seandainya aqiqah disyariatkan di hari pertama kelahiran sungguh ini sangat menyulitkan. Hari ketujuhlah hari yang cukup lapang untuk pelaksanaan aqiqah.”[1]

Dari waktu kapan dihitung hari ketujuh?

Disebutkan dalam Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah,

وذهب جمهور الفقهاء إلى أنّ يوم الولادة يحسب من السّبعة ، ولا تحسب اللّيلة إن ولد ليلاً ، بل يحسب اليوم الّذي يليها

“Mayoritas ulama pakar fiqih berpandangan bahwa waktu siang[2] pada hari kelahiran adalah awal hitungan tujuh hari. Sedangkan waktu malam[3] tidaklah jadi hitungan jika bayi tersebut dilahirkan malam, namun yang jadi hitungan hari berikutnya.”[4] Barangkali yang dijadikan dalil adalah hadits berikut ini,

تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ
“Disembelih baginya pada hari ketujuh.” Hari yang dimaksudkan adalah siang hari.

Misalnya ada bayi yang lahir pada hari Senin (21/06), pukul enam pagi, maka hitungan hari ketujuh sudah mulai dihitung pada hari Senin. Sehingga aqiqah bayi tersebut dilaksanakan pada hari Ahad (27/06).

Jika bayi tersebut lahir pada hari Senin (21/06), pukul enam sore, maka hitungan awalnya tidak dimulai dari hari Senin, namun dari hari Selasa keesokan harinya. Sehingga aqiqah bayi tersebut pada hari Senin (28/06). Semoga bisa memahami contoh yang diberikan ini.

Bagaimana jika aqiqah tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh?

Dalam masalah ini terdapat silang pendapat di antara para ulama.
Menurut ulama Syafi’iyah dan Hambali, waktu aqiqah dimulai dari kelahiran. Tidak sah aqiqah sebelumnya dan cuma dianggap sembelihan biasa.

Menurut ulama Hanafiyah dan Malikiyah, waktu aqiqah adalah pada hari ketujuh dan tidak boleh sebelumnya.

Ulama Malikiyah pun membatasi bahwa aqiqah sudah gugur setelah hari ketujuh. Sedangkan ulama Syafi’iyah membolehkan aqiqah sebelum usia baligh, dan ini menjadi kewajiban sang ayah.
Sedangkan ulama Hambali berpendapat bahwa jika aqiqah tidak dilaksanakan pada hari ketujuh, maka disunnahkan dilaksanakan pada hari keempatbelas.
Jika tidak sempat lagi pada hari tersebut, boleh dilaksanakan pada hari keduapuluh satu. Sebagaimana hal ini diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Adapun ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa aqiqah tidaklah dianggap luput jika diakhirkan waktunya. Akan tetapi, dianjurkan aqiqah tidaklah diakhirkan hingga usia baligh. Jika telah baligh belum juga diaqiqahi, maka aqiqahnya itu gugur dan si anak boleh memilih untuk mengaqiqahi dirinya sendiri.[5]

Dari perselisihan di atas, penulis sarankan agar aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh, tidak sebelum atau sesudahnya. Lebih baik berpegang dengan waktu yang disepakati oleh para ulama.
Adapun menyatakan dialihkan pada hari ke-14, 21 dan seterusnya, maka penentuan tanggal semacam ini harus butuh dalil.

Sedangkan menyatakan bahwa aqiqah boleh dilakukan oleh anak itu sendiri ketika ia sudah dewasa sedang ia belum diaqiqahi, maka jika ini berdalil dengan perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dikatakan mengaqiqahi dirinya ketika dewasa, tidaklah tepat. Alasannya, karena riwayat yang menyebutkan semacam ini lemah dari setiap jalan. Imam Asy Syafi’i sendiri menyatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah mengaqiqahi dirinya sendiri (ketika dewasa) sebagaimana disebutkan dalam salah satu kitab fiqih Syafi’iyah Kifayatul Akhyar[6]. Wallahu a’lam.

Apakah Disunnahkan Aqiqah pada Bayi yang Keguguran?

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin –rahimahullah– pernah ditanya, “Seorang bayi yang dilahirkan dan ketika ia lahir langsung meninggal dunia, apakah diwajibkan baginya aqiqah?”
Beliau menjawab, “Jika bayi dilahirkan setelah bayi dalam kandungan sempurna empat bulan, ia tetap diaqiqahi dan diberi nama. Karena bayi yang telah mencapai empat bulan dalam kandungan sudah ditiupkan ruh dan ia akan dibangkitkan pada hari kiamat.”[7]
Dalam pertemuan yang lain, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ditanya, “Jika seorang anak mati setelah ia lahir beberapa saat, apakah mesti diaqiqahi?”

Jawabannya,
 “Jika anak termasuk mati beberapa saat setelah kelahiran, ia tetap diaqiqahi pada hari ketujuh. Hal ini disebabkan anak tersebut telah ditiupkan ruh saat itu, maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat.
Dan di antara faedah aqiqah adalah seorang anak akan memberi syafa’at pada kedua orang tuanya. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa jika anak tersebut mati sebelum hari ketujuh, maka gugurlah aqiqah.
Alasannya, karena aqiqah barulah disyariatkan pada hari ketujuh bagi anak yang masih hidup ketika itu.
Jika anak tersebut sudah mati sebelum hari ketujuh, maka gugurlah aqiqah. Akan tetapi, barangsiapa yang dicukupkan rizki oleh Allah dan telah diberikan berbagai kemudahan, maka hendaklah ia menyembelih aqiqah. Jika memang tidak mampu, maka ia tidaklah dipaksa.”

Si penanya bertanya lagi, “Apakah ketika itu ia diberi nama?” Jawaban beliau, “Iya diberi nama jika ia keluar setelah ditiupkannya ruh yaitu bila genap empat bulan dalam kandungan.”[8]
Dianjurkan Daging Aqiqah untuk Dimasak

An Nawawi Asy Syafi’i menyatakan dalam matan Minhajuth Tholibin, “(Daging aqiqah) disunnahkan untuk dimasak (sebelum dibagikan).”[9] Dengan dimasaknya sembelihan aqiqah ini menunjukkan seseorang itu berbuat baik dengan bertambahnya nikmat dari Allah. Hal ini juga menunjukkan akhlaq mulia dan tanda kedermawanan.[10]

Penulis Kifayatul Akhyar –Taqiyuddin Abu Bakr rahimahullah– menjelaskan, “Hendaklah hasil sembelihan hewan aqiqah tidak disedekahkan mentahan, namun dalam keadaan sudah dimasak. Inilah yang lebih tepat. Lebih baik lagi jika dihidangkan dengan bumbu manis menurut pendapat yang lebih tepat.”[11]

Mengundang Makan-Makan Aqiqah

Taqiyuddin Abu Bakr rahimahullah menjelaskan, “Yang lebih afdhol hasil sembelihan aqiqah tersebut yang dikirim kepada orang miskin. Inilah pendapat dari Imam Asy Syafi’i. Namun jika mesti mengundang orang untuk menikmatinya (di rumah), itu juga tidak mengapa.”[12]

Jadi, dibolehkan jika seseorang mengundang orang lain untuk menyantap hasil sembelihan aqiqah dan dinikmati sebagaimana pada walimahan ketika nikah.

Ulama yang duduk di Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ pernah ditanya, “Apa hukum peraayaan aqiqah dan mengadakan walimah untuk aqiqah?”

Para ulama tersebut menjawab, “Yang dimaksud aqiqah adalah sesuatu yang disembelih untuk si anak pada hari ketujuh setelah kelahiran. Sedangkan walimah adalah makanan yang disajikan pada suatu pesta berupa sembelihan atau yang lainnya. Aqiqah dan walimah adalah dua perkara yang disunnahkan.
Berkumpul-kumpul untuk menikmati makanan semacam ini dan sama-sama bersuka cita serta mengumumkan pernikahan ketika itu adalah suatu hal yang baik.”[13]

Tidak Mengapa Tulang Sembelihan Aqiqah Dipecah

Sebagian ulama memang melarang hal ini karena jika tulang itu tidak dihancurkan, dianggap bahwa tulang-tulang si anak pun nantinya akan selamat.[14]

Di antara ulama Syafi’iyah, Asy Syarbini rahimahullah mengatakan, “Tidak dimakruhkan jika daging sembelihan aqiqah dipecah karena tidak ada dalil yang melarang hal ini.”[15]

Intinya, tidak terlarang memecah tulang hasil sembelihan aqiqah karena tidak
ada dalil shahih yang melarang hal ini.[16]

Tidak Perlu Mengusapkan Darah Hewan Aqiqah pada Bayi
Ini adalah perbuatan masa Jahiliyah yang terlarang dilakukan di saat Islam itu datang.
Dari Buraidah, ia berkata,

كُنَّا فِى الْجَاهِلِيَّةِ إِذَا وُلِدَ لأَحَدِنَا غُلاَمٌ ذَبَحَ شَاةً وَلَطَخَ رَأْسَهُ بِدَمِهَا فَلَمَّا جَاءَ اللَّهُ بِالإِسْلاَمِ كُنَّا نَذْبَحُ شَاةً وَنَحْلِقُ رَأْسَهُ وَنَلْطَخُهُ بِزَعْفَرَانٍ.

“Dahulu kami pada masa jahiliyah apabila salah seorang di antara kami lahir anaknya, maka ia menyembelih seekor kambing dan melumuri kepala anaknya tersebut dengan darah sembelihan. Kemudian tatkala Allah datang membawa Islam maka kami menyembelih seekor kambing dan mencukur rambutnya serta melumurinya dengan za’faran.” (HR. Abu Daud no. 2843. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)



Sabtu, 16 Juli 2016

Bagaimana Aqiqah Untuk Anak Kembar ?

Para Ulama menjelaskan bahwa untuk anak kembar, masing-masing anak diaqiqahi sendiri-sendiri.

al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolaaniy rahimahullah menyatakan:

فلو ولد اثنان في بطن استحب عن كل واحد عقيقة ذكره بن عبد البر عن الليث وقال لا أعلم عن أحد من العلماء خلافه

Kalau seandainya dilahirkan dua anak dalam satu perut (terlahir kembar, pent), aqiqohnya adalah untuk setiap anak (sendiri-sendiri). Hal ini disebutkan Ibnu Abdil Bar dari al-Layts dan ia berkata: Saya tidak mengetahui ada satu orang saja dari para Ulama yg berbeda pendapat dalam hal itu (Fathul Baari syarh Shohih al-Bukhari li Ibn Hajar (9/592))


Untuk anak laki-laki, yang paling utama adalah masing-masing dua kambing. Sesuai hadits Nabi:

عَنْ الْغُلامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ ، وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

Bagi anak laki-laki dua kambing yang setara, dan bagi anak perempuan satu kambing (H.R Abu Dawud, dihasankan Syaikh al-Albaniy)

Namun, jika orangtua anak itu kesulitan, maka insyaAllah tidak mengapa akikah untuk tiap anak laki-laki 1 kambing. Hal ini dijelaskan oleh sebagian Ulama di antaranya Syaikh Ibn Utsaimin,  Syaikh Sholih al-Fauzan, dan Syaikh Muhammad Ali Farkaus.

Kesimpulan:

Jika terlahir dua anak laki-laki kembar, disunnahkan akikah menyembelih total 4 kambing. Tapi kalau tidak mampu, tidak mengapa total 2 kambing. Masing-masing anak 1 kambing.

Wallaahu A'lam.

(Abu Utsman Kharisman)

Jumat, 15 Juli 2016

Aqiqah Anak Yang Sudah Meninggal

Aqiqah Anak Yang Sudah Meninggal


Tanya :

Ustadz, anak saya berumur 11 tahun baru saja meninggal dan belum dilakukan aqiqah untuknya saat dia lahir. Apa hukumnya kalau sekarang saya mengaqiqahi anak saya yang sudah meninggal itu? (Nurwidianto, Bantul).



Jawab :

Para ulama berbeda pendapat menjadi tiga pendapat mengenai hukum melaksanakan aqiqah untuk anak yang meninggal dan belum pernah dilakukan aqiqah untuknya. (Hisamudin ‘Ifanah, Al Mufashshal fi Ahkam Al ‘Aqiqah, hlm. 129-130).

Tiga pendapat tersebut adalah sbb; pertama, wajib hukumnya secara mutlak melaksanakan aqiqah untuk anak yang sudah meninggal. Ini adalah pendapat Imam Ibnu Hazm. (Ibnu Hazm, Al Muhalla, 6/234).

Kedua, sunnah hukumnya melaksanakan aqiqah untuk anak yang sudah meninggal. Ini pendapat yang dianggap lebih sahih (ashah) dari dua versi pendapat ulama Syafi’iyyah sebagaimana disebut oleh Imam Rafi’i, juga merupakan satu qaul (pendapat) dari ulama Hanabilah. (As Syarhul Mumti’, 7/540).

Ketiga, aqiqah gugur hukumnya jika anak sudah meninggal. Ini merupakan satu versi lainnya dari dua pendapat di kalangan ulama Syafi’iyyah, dan juga qaul (pendapat) dari ulama Malikiyyah. (Imam Nawawi, Al Majmu’, 8/432; Al Muntaqa, 4/200).

Setelah mendalami dalil-dalilnya, pendapat yang rajih (paling kuat) adalah pendapat kedua yang memandang sunnah melakukan aqiqah bagi anak yang sudah meninggal. Alasan pentarjihannya ada 2 (dua) alasan sbb;

Pertama, bahwa pendapat ketiga yang menggugurkan aqiqah untuk anak yang sudah meninggal, tidak dapat diterima. Karena “sebab” pelaksanaan aqiqah itu tetap ada, yaitu kelahiran anak (al wiladah), meski anaknya sendiri sudah meninggal. Para fuqaha sepakat bahwa kelahiran anak (al wiladah) itulah yang menjadi “sebab” pelaksanaan aqiqah. (Hisamudin ‘Ifanah, Al Mufashshal fi Ahkam Al ‘Aqiqah, hlm. 132).

Oleh karena itu, selama sebab itu ada,  maka akibat hukumnya --yaitu pelaksanaan aqiqah-- tetap ada dan tidak gugur. Sebaliknya jika sebab suatu hukum sudah tiada, maka menjadi tiada pula pelaksanaan hukumnya. Kaidah fiqih menyebutkan : zawaalul ahkaam bizawaali asbaabiha (tiadanya hukum disebabkan oleh tiadanya sebab-sebab pelaksanaan hukumnya). (Imam Izzuddin bin Abdis Salam, Qawa’idul Ahkam fi Mashalih Al Anam).

Kedua, pendapat pertama yang mewajibkan aqiqah untuk anak yang sudah meninggal, juga tidak dapat diterima. Hujjah pendapat ini adalah hadits ‘Aisyah RA yang menyebutkan bahwa Nabi SAW memerintahkan mereka (amarahum) untuk mengaqiqahi anak laki-laki dengan dua kambing yang setara dan anak perempuan dengan satu kambing.” (HR Tirmidzi). Menurut ulama Zhahiriyah, kata “amarahum” (Nabi SAW memerintahkan) menunjukkan adanya perintah (amar), dan arti asal dari amar adalah wajib. Maka aqiqah itu hukumnya wajib. (Imam Shan’ani, Subulus Salam, 4/97-98).


Namun pendapat tersebut tidak tepat, karena terdapat qarinah (indikasi) yang menunjukkan bahwa perintah itu bukan perintah wajib, melainkan perintah sunnah. Sebab terdapat hadits yang mengaitkan pelaksanaan aqiqah dengan kesukaan (mahabbah) dari mukallaf (ayah si anak). Andaikata aqiqah wajib, niscaya tidak dikaitkan dengan kesukaan mukallaf, melainkan harus dilakukan baik mukallaf suka atau tidak. (Imam Nawawi, Al Majmu’, 8/426).

Dari ‘Amr bin Syu’aib RA dari ayahnya dari kakeknya, bahwa Nabi SAW bersabda,”Barangsiapa yang suka di antara kamu untuk mengaqiqahi anaknya, maka hendaklah dia melakukan (aqiqah); untuk anak laki-laki dua kambing yang setara dan anak perempuan satu kambing.” (HR Ahmad 2/182; Abu Dawud no 2742; Nasa`i 7/626). (Imam Syaukani, Nailul Authar, hlm.1022).


Berdasarkan dua alasan tersebut, maka pendapat yang paling kuat (rajih) adalah yang tetap mensunnahkan aqiqah untuk anak walaupun anaknya sudah meninggal. Imam Nawawi berkata,”Kalau sekiranya anak yang dilahirkan meninggal setelah hari ketujuh dan setelah adanya kemampuan untuk menyelembelih aqiqah, maka di sini ada dua pendapat sebagaimana disebutkan oleh Imam Rafi’i; yang pertama dan ini yang paling sahih, yakni tetap mustahab (sunnah) untuk mengaqiqahi anak itu...” (Imam Nawawi, Al Majmu’, 8/432). Wallahu a’lam.[]

Jumat, 01 Juli 2016

Rumah Aqiqah Di Kudus

Rumah Aqiqah Di Kudus Syar'i


Assalamu'alaikum wr.wb

Rumah Aqiqah Di Kudus  merupakan layanan aqiqah yang meliputi kota Jepara, Kudus, Pati, Demak dan sekitarnya dengan program layanan Aqiqah Anak, Aqiqah Save, Aqiqah Sesama, Aqiqah Peduli dll.
layanan aqiqah Anak jepara berawal Dari keinginan untuk memperkenalkan aqiqah sebagai sunnah Rasulullah SAW Dalam mengungkapkan rasa  Syukur Atas anugrah Yang telah ALLAH berikan kepada Suami Istri, berupa kelahiran seorang Anak.
Selain bentuk syiar, juga Ingin melakukan pemerataan Distribusi Daging aqiqah Ke daerah terpencil, daerah rawan gizi, panti asuhan , daerah yang terkena musibah  serta tempat lainya yang berhak mendapatkan bantuan, baik di Jepara, Kudus, Demak , Pati ataupun di daerah lainya.

Wallaikumsalam wr.wb
Hormat Kami
Manajemen Aqiqah Anak Jepara



Rumah Aqiqah Di Kudus Murah


Rumah Aqiqah Di Kudus Sehat


Kamis, 30 Juni 2016

PAKET AQIQAH DI KUDUS

Layanan Paket Aqiqah Di Kudus Kami berkomitmen untuk memberikan layanan kemudahan bagi para orang tua dalam, melaksanakan aqiqah bagi buah hati nya. Layanan Yang dimaksud adalah penyediaan HEWAN yang berkualitas Dan syar'i (Sehat, cukup umur dan  tidak Cacat), serta kami olah menjadi masakan dengan  cita rasa yang Lezat.


Paket Aqiqah Di Kudus Murah







Paket Aqiqah Di Kudus Syar'i



  • Hewan Sehat & Berkualitas.
  • Kami pastikan kambing anda CUKUP Umur & Sesuai  Syari'at.
  • Kambing pilih sendiri. 


Rabu, 29 Juni 2016

Kambing Aqiqah Kudus

Paket Kambing Aqiqah Kudus

Untuk memilih paket kambing Aqiqah kudus Kami berkomitmen untuk memberikan layanan kemudahan bagi para orang tua dalam, melaksanakan aqiqah bagi buah hati nya. Layanan Yang dimaksud adalah Penyediaan HEWAN yang berkualitas Dan Syar'i (Sehat, cukup umur dan  tidak Cacat), serta kami olah menjadi masakan dengan  cita rasa yang Lezat.



Paket Kambing Aqiqah Kudus






Kambing Aqiqah Kudus Murah







Kambing Aqiqah Kudus Sehat






  • Hewan Sehat & Berkualitas.
  • Kami pastikan kambing anda CUKUP Umur & Sesuai  Syari'at.
  • Kambing pilih sendiri. 


Senin, 27 Juni 2016

CATERING AQIQAH KUDUS

Catering Aqiqah Kudus mempunyai devisi Katering yakni " CATERING Dapoer Ayoe " Yang di dukung oleh chef (Ahli masak) Yang berpengalaman. Dengan mengedepankan KUALITAS Dan Mutu Pelayanan terbaik dari Kami.

Selain itu Kami juga menyediakan menu-menu Yang Bervariasi dengan rasa lezat,serta Kemasan kotak nasi Yang menarik Sesuai Permintaan, untuk menunjang Acara  Anda.

Semoga kita Bisa bekerja sama dalam setiap Acara  Anda.

Menu   

" CATERING Dapoer Ayoe "


CATERING AQIQAH KUDUS SYAR'I




CATERING AQIQAH KUDUS MURAH



CATERING AQIQAH KUDUS PROFESIONAL



CATERING AQIQAH KUDUS



Kamis, 23 Juni 2016

paket aqiqah kudus

Paket Aqiqah Kudus Kami berkomitmen untuk memberikan layanan kemudahan bagi para orang tua dalam, melaksanakan aqiqah bagi buah hati nya. Layanan Yang dimaksud adalah penyediaan HEWAN yang berkualitas Dan syar'i (Sehat, cukup umur dan  tidak Cacat), serta kami olah menjadi masakan dengan  cita rasa yang Lezat. 




Paket Aqiqah Kudus Murah






Paket Aqiqah Kudus







Paket Aqiqah Kudus Sehat




  • Hewan Sehat & Berkualitas.
  • Kami pastikan kambing anda CUKUP Umur & Sesuai  Syari'at.
  • Kambing pilih sendiri.

Rabu, 08 Juli 2015

RUMAH AQIQAH KUDUS

Assalamualaikum wr.wb.

Aqiqah adalah acara yang cukup penting bagi putra/putri kita, yang merupakan bentuk rasa syukur kita atas anugrah yang telah diberikan oleh Allah SWT. Karena kemajuan zaman ini banyak orang tua yang bekerja dan tidak sempat untuk meng-Aqiqahkan anaknya. Kami RUMAH AQIQAH KUDUS (Raja Aqiqah) memberikan solusi tanpa masalah yaitu dengan menyediakan Aqiqah siap saji. Dengan begitu para orang tua hanya perlu memesan, duduk manis di rumah, dan makanan sudah siap.
Free Ongkir,  jangan lupa untuk memesan.
hub: 291-4295915 (0812-2579-4325)

http://aqiqah-anakjepara.com


RUMAH AQIQAH KUDUS SYAR'I




                          RUMAH AQIQAH KUDUS MURAH



RUMAH AQIQAH KUDUS

JASA AQIQAH KUDUS

Assalamu'alaikum wr.wb

Jasa Aqiqah Kudus merupakan layanan aqiqah yang meliputi kota Jepara, Kudus, Pati, Demak dan sekitarnya dengan program layanan Aqiqah Anak, Aqiqah Save, Aqiqah Sesama, Aqiqah Peduli dll.

layanan aqiqah Anak jepara berawal Dari keinginan untuk memperkenalkan aqiqah sebagai sunnah Rasulullah SAW Dalam mengungkapkan rasa  Syukur Atas anugrah Yang telah ALLAH berikan kepada Suami Istri, berupa kelahiran seorang Anak.
Selain bentuk syiar, juga Ingin melakukan pemerataan Distribusi Daging aqiqah Ke daerah terpencil, daerah rawan gizi, panti asuhan , daerah yang terkena musibah  serta tempat lainya yang berhak mendapatkan bantuan, baik di Jepara, Kudus, Demak , Pati ataupun di daerah lainya.

Wallaikumsalam wr.wb
Hormat Kami
Manajemen Aqiqah Anak Jepara

Jasa Aqiqah Kudus Murah






Jasa Aqiqah Kudus Syar'i








Jasa Aqiqah Kudus

AQIQAH DI KUDUS

Aqiqah adalah acara yang cukup penting bagi putra/putri kita, yang merupakan bentuk rasa syukur kita atas anugrah yang telah diberikan oleh Allah SWT. Karena kemajuan zaman ini banyak orang tua yang bekerja dan tidak sempat untuk meng-Aqiqahkan anaknya. Kami Raja Aqiqah memberikan solusi tanpa masalah yaitu dengan menyediakan Aqiqah siap saji. Dengan begitu para orang tua hanya perlu memesan, duduk manis di rumah, dan makanan sudah siap.
Free Ongkir,  jangan lupa untuk memesan.
hub: 291-4295915 (0812-2579-4325)
http://aqiqah-anakjepara.com


Jasa Aqiqah Di Kudus



\
Jasa Aqiqah Kudus