Minggu, 25 September 2016

CEGAH ANAK TUMBUH DEWASA SEBELUM WAKTUNYA

CEGAH ANAK TUMBUH DEWASA SEBELUM WAKTUNYA





CEGAH ANAK TUMBUH DEWASA SEBELUM WAKTUNYA


Saat ini Anda mungkin pernah mendapati beberapa anak yang menyanyikan lagu-lagu orang dewasa dan sebenarnya belum pantas dinyanyikan oleh anak seusianya. Atau mungkin anak Anda menjadi salah satu dari fenomena ini? Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini sangat mungkin terjadi mengingat tayangan anak-anak terbilang lebih sedikit dibandingkan dahulu. Berikut adalah hal yang harus Anda jauhkan agar anak tidak dewasa sebelum waktunya.

Menonton tayangan televisi yang tidak mendidik
Dewasa ini banyak sekali tayangan televisi yang jelas-jelas mengekspos perilaku dan perkataan yang tidak baik. Sebaiknya saat anak sedang menyaksikan acara di televisi, Anda harus mendampinginya. Pilih saluran televisi yang menampilkan acara anak-anak seusianya, seperti film kartun anak dan acara yang memiliki keterangan BO (Bimbingan Orangtua).

Mendengarkan lagu orang dewasa
Bisakah Anda menghitung berapa banyak lagu anak-anak yang muncul saat ini? Tidak? Karena jumlahnya yang memang tidak banyak. Lantas, bisakah Anda menghitung berapa banyak lagu dewasa yang muncul saat ini? Tidak juga? Karena terlalu banyak. Tidak heran jika anak-anak lebih tahu lagu-lagu bertema cinta, sakit hati, dan perselingkuhan. Oleh karena itu, Anda harus mengontrol anak Anda agar tidak berkata-kata seperti orang dewasa, padahal dia sendiri tidak mengerti maksud perkataannya.

Kurang pengawasan
Bagi Anda yang sibuk bekerja dan menyerahkan anak Anda pada baby sitter, sebaiknya coba luangkan waktu sesibuk apapun Anda bekerja untuk mengontrol sang buah hati. Anda tidak tahu apa yang dilakukan baby sitterpada anak Anda, apakah dia menonton sinetron bersama anak Anda, mendengarkan lagu-lagu dewasa, atau mengobrol tentang masalah orang dewasa dengan temannya. Tanpa disadari, anak Anda ikut melihat dan mendengarkan. Pada usia anak-anak, mereka senang sekali meniru apa yang orang lain ucapkan. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk selalu mengawasinya.

Berdandan ala orang dewasa
Selain televisi, youtube juga salah satu perantara yang mudah diakses untuk mengubah anak-anak menjadi dewasa. Mereka akan terhubung dengan konten-konten yang berbau dewasa, salah satunya adalah fashion. Maka, tidak heran jika saat ini banyak anak-anak yang sebenarnya masih muda namun berpenampilan seperti orang dewasa sehingga terliht lebih tua.
Banyak sekali hal yang dapat mengubah karakter dan penampilan anak-anak saat ini. Kemajuan teknologi juga turut memberi pengaruh terhadap anak-anak. Banyaknya progam acara sinetron, musik untuk dewasa, dan humor juga telah merajai ranah televisi saat ini sehingga anak-anak tidak banyak pilihan untuk dapat mengonsumsi acara yang sesuai usianya.


Related Posts:

  • AQIQAH DI KUDUSAqiqah adalah acara yang cukup penting bagi putra/putri kita, yang merupakan bentuk rasa syukur kita atas anugrah yang telah diberikan oleh Allah SWT. Karena kemajuan zaman ini banyak orang tua yang bekerja dan tidak sempat u… Read More
  • CATERING AQIQAH KUDUS Catering Aqiqah Kudus mempunyai devisi Katering yakni " CATERING Dapoer Ayoe " Yang di dukung oleh chef (Ahli masak) Yang berpengalaman. Dengan mengedepankan KUALITAS Dan Mutu Pelayanan terbaik dari Kami. Selain itu Kami … Read More
  • paket aqiqah kudusPaket Aqiqah Kudus Kami berkomitmen untuk memberikan layanan kemudahan bagi para orang tua dalam, melaksanakan aqiqah bagi buah hati nya. Layanan Yang dimaksud adalah penyediaan HEWAN yang berkualitas Dan syar'i (Sehat, cukup… Read More
  • PAKET AQIQAH DI KUDUSLayanan Paket Aqiqah Di Kudus Kami berkomitmen untuk memberikan layanan kemudahan bagi para orang tua dalam, melaksanakan aqiqah bagi buah hati nya. Layanan Yang dimaksud adalah penyediaan HEWAN yang berkualitas Dan syar… Read More
  • JASA AQIQAH KUDUS Assalamu'alaikum wr.wb Jasa Aqiqah Kudus merupakan layanan aqiqah yang meliputi kota Jepara, Kudus, Pati, Demak dan sekitarnya dengan program layanan Aqiqah Anak, Aqiqah Save, Aqiqah Sesama, Aqiqah Peduli dll. layanan … Read More

0 komentar:

Posting Komentar